Artikel ini dapat dilihat juga pada situs KPLI Semarang

Tips dan Trik Bash I

Oleh : Iwan Setiawan
http://www.duniasemu.org/writings
2003/02/18 08:22:23

Linux pasti tidak lepas dari peranan shell yang sangat esensial terutama bagi yang suka sekali melemaskan jari-jari dengan mengetikkan perintah-perintah pada terminal console sampai berkeringat daripada harus berhadapan dengan tampilan GUI "eye candy" XWindow (biasanya yang suka ngoprek server jaringan atau yang memang tidak punya XWindow dalam boks Linux-nya).

Disini saya hanya ingin berbagi tentang tips dan trik dalam bourne again shell (bash).

Mengapa bash? karena bash merupakan shell yang banyak dipakai oleh sebagian besar pengguna Linux, sudah tersedia pada hampir semua paket distro dan saya memakai bash juga tentunya.

  1. Dengan menggunakan tombol anak panah ke atas dan bawah pada keyboard, anda bisa mendapatkan perintah-perintah yang pernah anda eksekusi. Setiap anda mengeksekusi suatu perintah maka perintah tersebut akan disimpan ke dalam berkas .bash_history pada direktori home anda.
  2. Fasilitas Tab-Completion dalam bash.
    Jika anda mengetikkan beberapa karakter pertama dari suatu perintah/berkas/direktori dan menekan [tab], bash secara cepat akan melengkapinya. Ketika ada perintah dengan beberapa karakter awal sama lebih dari satu maka pada penekanan [tab] yang kedua bash akan menampilkan keseluruhan perintah/berkas/direktori tersebut.

    Contoh: Anda ingin menjalankan perintah mouseconfig, yang anda lakukan adalah mengetikkan mo dan tekan tombol [tab] dan bash akan melengkapi sisanya. Jika perintah yang berawalan mo* lebih dari satu, anda dapat menambahkan satu atau lebih karakter untuk membedakannya dengan perintah selain mouseconfig tersebut.

    Misal:

    $ mo[tab][tab]
    mount   mouseconfig
    more    modprobe
    $ mous[tab]
    $ mouseconfig
    
  3. Anda dapat membersihkan layar ketika keluar dari shell dengan menambahkan baris

    setterm -clear

    atau

    clear

    ke dalam berkas .bash_logout di dalam direktori home anda. Jika memang belum ada, buat berkas .bash_logout dengan perintah

    $ touch .bash_logout

    atau langsung edit dengan editor:

    $ vim .bash_logout

    dan tambahkan baris seperti yang tertulis di atas pada berkas .bash_logout dengan editor kesayangan anda. Setahu saya pada distribusi RedHat, Trustix Merdeka, Rimbalinux secara default akan membersihkan layar ketika anda logout dari sistem karena terdapat berkas .bash_logout pada direktori home berisi:

    # ~/.bash_logout
    
    clear
    

    Pada Slackware dan Debian setahu saya tidak ada berkas .bash_logout yang berisi perintah untuk membersihkan layar. Jadi anda harus membuatnya seperti langkah-langkah di atas dan jika anda ingin semua pengguna sistem dapat membersihkan layar ketika logout, letakkan berkas .bash_logout pada /etc/skel/. Ketika anda menambah pengguna maka secara otomatis berkas dalam /etc/skel/ termasuk .bash_logout akan dimasukkan ke direktori home pengguna baru anda.

  4. Jika anda sering mengetikkan perintah-perintah yang panjang dan memerlukan beberapa option, kadang anda bosan karena terus menerus mengetikkan perintah yang sama untuk melakukan suatu pekerjaan, contohnya jika anda ingin membuka paket tar.gz biasanya anda mungkin akan mengetikkan

    $ tar -zxvf namapaket.tar.gz

    Apa itu tidak menjemukan jika anda sering melakukannya?

    Anda bisa membuat skrip shell sederhana dengan editor kesayangan anda: vi, vim, pico, dll.
    Contoh:

    --------------------
    #!/bin/sh
    #Skrip sederhana (sekali) membuka berkas tar.gz 
    
    tar -zxvf $1
    --------------------
    

    Selesai! Sederhana sekali!

    Anda bisa menyimpannya dengan nama misal tgz dan ubah modenya menjadi executable dan jika anda ingin pengguna lain juga bisa menggunakannya maka ubah mode menjadi executable untuk semua pengguna dan letakkan di direktori yang dapat diakses anda sekaligus pengguna lain, misal di direktori /bin, /usr/bin, /usr/local/bin, dll (anda harus menjadi root). Jika anda dan pengguna lain ingin membuka paket tar.gz tinggal mengetikkan

    $ tgz namapaket.tar.gz

    Yap! Ini hanya satu konsep dan contoh sederhana sekali, anda dapat mempraktekkannya pada perintah lain dengan option yang panjang dan fungsi yang kompleks.

  5. Anda sering mengetikkan perintah yang panjang sekali sampai tangan pegel-pegel? tapi kemudian anda tidak jadi mengeksekusinya, jangan bersedih!, anda bisa menyimpannya dengan memberikan karakter '#' di depan perintah panjang anda dan tekan [enter], bash tidak akan mengeksekusi perintah tersebut tapi menyimpannya dalam .bash_history, lalu anda bisa bekerja kembali. Jika kebetulan anda ingin mengeksekusi perintah panjang anda, kembalilah ke jalan yang benar yaitu ke perintah panjang tadi dan menghilangkan karakter '#' dan anda dapat mengeksekusinya tanpa mengetikkan kembali.
  6. Dalam bash, CTRL-U atau CTRL-W akan menghapus semua karakter yang berada di sebelah kanan cursor.
  7. Cara lain untuk berpindah direktori. misal, anda ingin berpindah direktori ke pingus-0.4.0-binary-i386, anda dapat masuk ke direktori tersebut dengan perintah

    $ cd p*

    dan anda akan masuk ke direktori yang sesuai dengan '*' (wildcard) yaitu direktori pingus-0.4.0-binary-i386. Jika direktori yang berawalan p* lebih dari satu, anda dapat menambahkan satu atau lebih karakter untuk membedakannya dengan direktori selain pingus-0.4.0-binary-i386 tersebut. Misal ada dua direktori dengan awalan p* yaitu pingus-0.4.0-binary-i386 dan packetstorm, anda bisa masuk ke direktori pingus-0.4.0-binary-i386 dengan mengetikkan:

    $ cd pi*
  8. Penggunaan shortcut dalam bash. Jika perintah terakhir anda dimulai dengan karakter m misal perintah

    $ more xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    anda dapat mengeksekusi perintah di atas lagi dengan perintah

    $ !m

    Ini akan mengeksekusi perintah sebelumnya yaitu more xxxxxxxxxxxxxxxxxxx. Walaupun anda sudah mengeksekusi perintah misal (m)inicom dan (m)ysql, anda dapat mengeksekusi more lagi dengan perintah:

    $ !mo
  9. Dalam bash jika anda akan mengedit perintah sebelumnya ke dalam teks editor, tidak di dalam command line, gunakan perintah fc.
  10. Alias sesungguhnya penting dalam kehidupan shell, misal anda sering melakukan perintah ls hanya untuk melihat direktori yang ada tanpa menampilkan berkas-berkas yang ada dalam direktori tersebut. Anda bisa melakukan:

    $ alias ls='ls -l |grep ^d'

    Perintah di atas akan mencari karakter d di kolom pertama setiap baris.
    Alias di atas akan hilang ketika anda keluar dari shell.
    Untuk membuat alias tetap dapat digunakan ketika anda keluar dan masuk shell, masukan alias tersebut ke dalam berkas .profile dalam direktori home anda dan untuk sistem keseluruhan anda (sebagai root) dapat memasukkannya ke /etc/profile.

  11. CTRL+ R dapat digunakan untuk mencari perintah yang anda ketikkan sebelumnya pada .bash_history dan ketika anda mengetikkan satu karakter atau string dalam pencarian, anda dapat menemukan perintah tersebut dengan cepat.

Semoga artikel ini bermanfaat dan sampai jumpa di Tips dan Trik Bash II.
Komentar dan saran bisa dikirimkan ke stwn[at]duniasemu[dot]org.

URL