Tips Instalasi GNU/Linux

Oleh Iwan Setiawan
http://www.duniasemu.org/writings

2003/07/02 21:18:12 - Links screenshot Rimbalinux 1.0
2003/04/14 11:00:51 - Rilis pertama

Instalasi GNU/Linux terkadang menjadi momok bagi kita yang memang baru mengenal sistem operasi ini. Kenyataannya tidak sama sekali. Kita hanya perlu mempelajari dokumentasi yang ada dan melakukan praktek pada sistem kita. Kali ini penulis ingin berbagi tips mengenai instalasi GNU/Linux secara umum.
Mungkin akan terlihat seperti tutorial instalasi GNU/Linux, sebenarnya tidak. Penulis hanya mengadopsi urutan dari instalasi dan memberikan tips serta informasi tiap bagian instalasi.

Persiapan Sistem

Yang perlu dipersiapkan untuk melakukan instalasi GNU/Linux adalah pengetahuan spesifikasi perangkat keras, backup data, dan persiapan partisi. Penulis yakin pembaca sudah tahu benar sistem sendiri, kalaupun belum tahu inilah saatnya anda tahu tentang semua isi dan spesifikasi komputer anda. Persiapannya adalah:
  1. Kenali sistem anda (perangkat keras), catat spesifikasinya.
  2. Back up data Anda
    Walaupun instalasi GNU/Linux berjalan dengan aman, lancar dan terkendali tapi alangkah baiknya anda mem-backup data penting anda. Kita hanya manusia biasa, bisa saja lupa dan secara tidak sengaja menekan tombol atau salah pilih saat instalasi sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan. Yang terpenting disini adalah ketelitian dan pengetahuan dasar mengenai instalasi Linux yang bisa didapatkan pada CD distribusi atau media lain.
  3. Persiapan Partisi Linux

Memilih Distribusi/Distro

Pilihlah distribusi GNU/Linux yang sesuai dan menarik bagi anda, mungkin anda pernah mendapatkan cinta pada pandangan pertama pada suatu distribusi? dikenalkan oleh teman anda? dapatkan cinta itu segera. Jika memang belum cocok, cari distribusi lain.
Beberapa distribusi yang ada: Tips memilih distro: Kebutuhan juga berpengaruh pada pemilihan suatu distribusi, misal anda ingin distribusi Linux yang dapat diinstal pada partisi Windows, instalasi yang tergolong mudah, dukungan bahasa yang banyak anda bisa menggunakan Linux-Mandrake atau anda ingin distro yang stabil dan customizable, anda dapat memilih Slackware atau Debian.

Penulis pikir setiap orang pasti punya pendapat yang berbeda tentang suatu distro mungkin berdasarkan pengalaman masing-masing dan terkadang menimbulkan 'perang kecil' di antara pengguna distro yang satu dengan yang lain. Yang terpenting disini adalah pemahaman bahwa semua distro Linux adalah sama-sama menggunakan kernel Linux. Perbedaannya hanya pada paket program, program instalasi, organisasi direktori dan berkas, program aplikasi dan utilitas tambahan.
Sebagian distro pada masa sekarang sudah mengerti kebutuhan pengguna, tinggal pintar-pintarnya kita dalam mencari distro yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan.

Metode Instalasi

Mode Instalasi

Sistem Berkas/Filesystem

Alat Partisi

Tipe Instalasi

Secara umum tipe instalasi adalah sebagai berikut, penulis membaginya menjadi dua distro yaitu RedHat Linux dan Slackware. Pilihlah tipe custom pada saat instalasi karena tipe ini sangat fleksibel dan memberikan kita keleluasaan untuk memilih. Tipe instalasi pada masing-masing distro sebagian besar hampir sama, kalaupun berbeda kita hanya perlu melakukan sedikit adaptasi.

Partisi

Contoh alokasi partisi komputer penulis di rumah (desktop):

/boot	20 MB
/home	1,5 GB
/usr	1,5 GB
swap	128 MB
/var	100 MB
/	250 MB
Keuntungan-keuntungan membagi harddisk/mempartisi pada sistem GNU/Linux Anda:
  1. Proses booting lebih cepat.
  2. Kemudahan backup dan upgrade.
  3. Kemampuan pengontrolan akses pada partisi.
  4. Kemampuan pengontrolan quota harddisk untuk user dan group.
  5. Pembatasan berkas maksimum.
  6. Perlindungan terhadap program SUID.

Memilih Paket yang Ingin Diinstal

Pilihan paket pada umumnya masuk dalam beberapa kategori: Instal paket-paket program yang anda perlukan saja untuk efisiensi, efektifitas harddisk serta kinerja sistem dan keamanan tanpa mengabaikan tujuan utama instalasi.
Untuk faktor keamanan pilih layanan jaringan yang anda perlukan saja pada saat instalasi jika anda terhubung dengan jaringan atau Internet.
Untuk pemula akan sedikit membingungkan dalam hal memilih paket-paket yang harus diinstal, karena banyak program yang mungkin belum dikenal dengan baik dan akan muncul pertanyaan misal bash itu untuk apa?, dsb. Setiap distro menyertakan informasi paket secara singkat pada instalasinya, dengan menyimak informasi tersebut kita akan tahu fungsi dan dapat memutuskan paket-paket yang akan diinstal dan tidak.

Linux Loader (LILO)

LILO adalah salah satu dari boot loader untuk Linux. Boot loader adalah program kecil yang mengatur proses boot. Anda dapat menginstal LILO pada Master Boot Record (MBR) atau sektor pertama boot partisi. Instal pada MBR jika anda ingin sistem langsung memuat LILO ketika pertama kali dijalankan. Instalasi LILO pada boot partisi diperlukan jika sebelumnya anda sudah mempunyai boot loader lain yang terinstal.
Jika anda memiliki sistem operasi lain dalam harddisk yang sama maka konfigurasikan LILO agar dapat mengatur proses boot-nya.

Konfigurasi Sistem

Disket Boot

Setelah instalasi biasanya kita akan dihadapkan pada pilihan membuat disket boot dan kebanyakkan dari pengguna Linux mengabaikan pilihan ini. Padahal disket boot ini perlu jika anda tidak dapat mem-boot komputer Linux anda misal karena LILO terhapus.

Bekerja Pertama Kali dengan GNU/Linux

Kebanyakkan pengguna baru setelah menginstal Linux, mereka masih bingung, setelah ini kita harus melakukan apa? Di bawah ini penulis berikan petunjuk hal-hal yang perlu diketahui dan dilakukan.
  1. Prompt login
    Pertama kali yang akan anda temukan pada saat masuk ke Linux adalah prompt login. Prompt login ini berbeda untuk konfigurasi booting grafis dan mode baris perintah. Contoh mode baris perintah

    5leaps login:
    

  2. Login
    Login-lah sebagai pengguna jika anda sudah membuatnya pada saat instalasi. Jika belum login-lah sebagai root tetapi anda harus hati-hati. Yang harus anda lakukan saat ini hanyalah untuk menambah pengguna pada sistem anda. Jangan menggunakan account root untuk aktivitas sehari-hari karena root dapat melakukan apa saja pada sistem termasuk merusak sistem. Gunakan hanya untuk administrasi saja.
    Login sebagai pengguna:

    [user]

    Login sebagai root:

    pikachu login: root
    password:
    
    root@pikachu:~#
    

  3. Membuat pengguna
    Setelah anda login ke sistem, anda akan dihadapkan dengan prompt shell root@pikachu:~# atau yang mirip. Artinya anda login sebagai root. Untuk membuat/menambah pengguna, gunakan perintah useradd.

    root@pikachu:~# useradd stwn
    

    Untuk menghapus pengguna pada sistem gunakan perintah userdel.

    root@pikachu:~# userdel stwn
    

  4. Membuat password
    Setelah pengguna baru sudah ditambahkan lalu yang harus dilakukan adalah membuat password untuk pengguna tersebut. Gunakan perintah passwd.

    [passwd]

  5. Shell
    Prompt pada saat kita login ke sistem adalah prompt shell. Shell merupakan program yang berjalan sebagai antarmuka antara kita dengan sistem. Masukkan perintah pada prompt shell, maka shell akan menginterpretasikan dengan melakukan instruksi sesuai dengan perintah yang dimasukkan.
    Beberapa jenis shell:
  6. Perintah dasar
    Perintah dasar perlu anda ketahui karena merupakan dasar dari operasi GNU/Linux. Praktekkan beberapa perintah yang anda kenal melalui buku dan artikel tentang perintah dasar Linux, tapi tentu saja sesuai dengan konteks operasi sehari-hari. Diharapkan anda dapat lebih berhati-hati dan teliti.
    Contoh perintah yang sering digunakan: ls, cp, cat, clear, mkdir, mv, rm/rmdir, bg.
  7. X Window
    Antarmuka grafis X Window walaupun seperti permen berwarna warni dan menarik butuh sedikit penyesuaian atau adaptasi bagi yang baru dengannya. Cobalah bermain-main dengan program-program, shortcut, dan operasinya sesuai dengan window manager atau desktop manager yang anda pilih.
  8. Halaman manual (man pages)
    Halaman manual adalah teman setia anda di segala kesempatan dalam GNU/Linux. Mintalah bantuan kepada halaman manual jika anda tersesat di Linux. Halaman manual berisi manual dari perintah-perintah yang ada dalam sistem anda yaitu nama program, deskripsi, parameter, dan informasi lain. Ketikan 'man [nama-program]' untuk menfapatkan informasi mengenai [nama-program]. [nama-program] bisa diganti dengan program yang anda inginkan info-nya misal rm.

    [man-rm]

  9. Kepemilikan dan Permisi berkas dan direktori
    Kepemilikan dan permisi dalam GNU/Linux menjadi suatu keharusan. Karena sebagai sistem operasi yang multiuser, GNU/Linux harus menjaga agar tiap pengguna yang ada tidak dapat saling mengganggu ketentraman pengguna yang lain serta kemudahan administrasi bagi sang penguasa root.
Penulis berharap semoga tips dan informasi dalam artikel ini dapat bermanfaat. Selamat Ber-Linux Ria!
Saran dan kritik dapat dialamatkan ke stwn[at]duniasemu[dot]org.

Glossary

URL

Referensi